Selasa, 14 Juni 2011
Ini Dia Cara Tepat Makan Maicih Tanpa Sakit Perut
Kebanyakan orang Indonesia jika sudah makan makanan pedas, pasti sakit perut dan sering buang air. Nah, bagi Anda salah satu penggemar keripik setan Maicih, ada beberapa tips agar aman makan keripik pedas yang satu ini.
Presiden Maicih Reza Nurhilman atau yang akrab disama Axl, mengaku ada saja konsumen yang mengaku sakit perut setelah menyantap Maicih. Menurutnya, hal itu karena kebiasaan orang Indonesia yang saat makan makanan pedas selalu dibarengi dengan banyak minum.
"Iya ada yang seperti itu, mereka terlalu antusias, sampai makannya banyak dan enggak berhenti-berhenti. Ada yang sehari habis 2 bungkus," kata Axl.
Bagi yang bermasalah saat memakan Maicih, ini dia tips dari Presiden Maicih:
1. Saat memakan Maicih, emut-emut keripiknya. Zat pedas bisa dilarutkan pakai enzim.
2. Jangan terlalu sering minum air putih. Sebaiknya nunggu dulu setelah puas memakan Maicih.
3. Jangan terlalu banyak, secukupnya saja.
"Pas saya kasih tau orang-orang tipsnya beneran. Ini udah teruji kok," kata Axl.
Proses pembuatan Maicih dalam satu hari ada dua shift, yakni pagi dan sore hari. Keripik digoreng di dalam tungku besar selama 3 jam.
"Selain resep rahasia dari Maicih, cara menggorengnya pun tradisonal, tapi tetap dijamin kualitasnya," kata Axl.
Diposting oleh Mahendra Pramadhitya di 07.27 0 komentar
Label: lifestyle
sepeda fixie
Sepeda Fixie identik dengan gaya minimalis, murah dan tidak ribet.Sepeda Fixie tidak memiliki rem, pedal terus berputar selama roda mengelinding. Itulah sepeda yang sedang tren dikalangan muda sampai pekerja. Mengunakan sepeda tidak hanya sebagai alat transportasi, tetapi untuk gaya hidup. Membangun Sepeda Fixie boleh dibilang gampang gampang susah, urusan komponen begitu banyak dan sebagian bisa dikombinasikan dengan komponen sepeda balap. Hanya Sepeda Fixie lebih sederhana, ibarat kalangan muda dengan gaya tersendiri sehingga bisa membuat sepeda sesuka hati
Diposting oleh Mahendra Pramadhitya di 06.48 1 komentar
Label: lifestyle
Senin, 07 Maret 2011
Mengapa ada istilah cinta monyet? Apa ada hubungannya dengan monyet? semua orang mungkin tidak ada yang mengetahui asal-muasal istilah ini.
Orang hanya memberi penafsiran sendiri istilah ini, seperti halnya cinlok atau cinta lokasi, clbk atau cinta lama bersemi kembali. Istilah-istilah tersebut nge-tren begitu saja tanpa ada yang mengetahui siapa pembuatnya.
Istilah cinta monyet ada karena menganalogikan gaya pacaran seseorang ala pacarannya monyet. Mereka tidak pernah terikat pada komitmen untuk menjaga keutuhan cinta. Apalagi berpikir hingga ke jenjang pernikahan.
Semua dijalani secara instant. Asal senang, asal mau sama mau, asal tidak merugikan orang lain. Cinta ini juga hanya mementingkan hawa nafsu sesaat
Pelaku cinta monyet sebenarnya bisa dari berbagai kalangan. Baik usia, strata sosial hingga status. Mengikuti analogi tadi, semua orang memeng berpotensi menjalin cinta model ini ketika sudah melepas akal sehatnya. Apalagi di era canggih seperti sekarang ini. Membangun partnership bisa dilakukan kapan saja dan dengan siapa saja.
Teknologi HP dan internet menjadi salah satu faktor bermunculannya kasus-kasus dimana cinta tidak lagi menjadi sesuatu yang agung sifatnya. Bagaimana menyiasati agar tidak terjebak pada cinta monyet? Berikut tips untuk Anda :
1. Sadari sejak awal bahwa cinta membutuhkan kematangan pribadi. Jangan pernah mencoba cinta jika belum merasa menjadi pribadi yang matang. Bagaimana menakar diri apakah kita tergolong pribadi yang matang atau belum? Caranya sangat mudah, Coba tanyakan pada diri sendiri apa tugas terbesar dalam hidup Anda? Lantas apakah Anda sudah merasa bertanggung jawab dengan tugas itu? Jika sudah, maka Anda bisa disebut pribadi yang matur alias matang
2. Berani berkomitmen pada cinta. Komitmen akan membuat seseorang terikat dengan tanggung jawab. Komitmen juga menjadi penghubung jembatan masa depan yang lebih terarah. Ketiadaan komitmen bisa mengaburkan seseorang pada tujuan hidup.
3. Yakini bahwa segala sesuatu yang berangkat dari niat main-main tidak akan membawa pengaruh positif sedikit pun dalam kehidupan Anda.
4. Menghargai cinta berarti Anda menghargai perasaan anak manusia. Tidak satu pun anak manusia yang mau dipermainkan perasaannya. Inilah alasan mengapa cinta monyet dalam realitasnya lebih banyak membawa banyak masalah.
Bagaimana mendeteksi apakah pasangan yang kita miliki sekarang bukan penganut aliran cinta monyet? Berikut beberapa cara yang bisa Anda amati:
1. Seberapa tingkat kematangan pribadi pasangan Anda. Amati dari pembicaraan yang pernah Anda lakukan. Atau, saat anda berdua menghadapi masalah. Ini saat yang tepat untuk menguji seberapa dewasa pasangan anda.
2. Bedakan antara seseorang yang bisa bersikap romantis dengan sekedar nge-gombal. Romantis ada unsur ketulusan. Ada perbuatan lain yang mengikuti setiap sikapnya yang manis. Perbuatan inilah yang menguatkan penilaian anda, apakah pasangan Anda bersungguh-sungguh atau sekedar main-main.
3. Kenyataannya banyak pasangan yang mengikrarkan cinta hanya sekedar main-main. Gaya hidup permisifme membuat orang berganti pasangan dengan mudah. Nah, amati dengan baik bagaimana perilaku pasangan anda. Apakah ia sering berganti pasangan? Jika iya, maka Anda perlu mewaspadai jika Anda benar-benar ingin menjadi pelabuhan terakhir dari orang yang Anda sayangi.
Nah, jika tidak ingin membangun komitmen cinta dengan seseorang, maka bangunlah hubungan pertemanan saja. Dengan demikian, tidak akan ada hati yang terluka dan menjadi korban dari cinta monyet.
Diposting oleh Mahendra Pramadhitya di 05.49 0 komentar
Label: tentangremaja





